Seni

Susahnya Mendapatkan Juknis FLS2N 2015…

Logo kebanggaan FLS2N  di Marina Convention Centre (MCC) Semarang

Logo kebanggaan FLS2N di Marina Convention Centre (MCC) Semarang

Entah kenapa, kegiatan yang telah menasional dan ditunggu kehadirannya oleh guru (khususnya seni budaya) dan para pelajar seantero negeri ini selalu bikin kesal. Jujur saja, ditiap kali penyelenggaraan ivent ini selalu bikin orang muak. Rasanya jauh dari kepatutan, dan di luar dugaan kegiatan sekelas Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) ini mestinya tidak hanya memperebutkan piala, uang tunai dan piagam penghargaan, namun lebih jauh ia bisa menjadi proses pembelajaran bagi segenap guru dan pelajar Indonesia dalam memenej sebuah kegiatan.

Jauh panggang dari api. Dari beberapa kali mengikuti kegiatan FLS2N ini, memang tidak jauh berubah. Ada kesan penyelenggaraan yang bergilir oleh Kementerian Pendidikan belum bisa diadakan secara baik dan profesional. Tidak terlalu sulit untuk membuktikan bagaimana kelemahan yang dibuat daerah begitu berurusan dengan penyelenggaraan helat akbar siswa nasional ini. Misalnya, lantai panggung tari yang dibuat tidak rata, backdrop panggung yang sering menganggu penampilan oleh karena warna yang tidak lazim. Demikian pula persiapan sound system untuk lomba solo vocal, dianggap selesai tanpa pertimbangan apakah acara di outdoor atau indoor. Lain lagi dengan kepanitiaan, mereka banyak yang tidak tau apa yang harus mereka lakukan. Di iven yang menasional ini, lumrah ketika ada panitia tidak datang pada acara tecnikal miting sehingga diambil alih oleh dewan juri. Atau acara harus ditunda beberapa jam hanya gara-gara panitia belum ada ditempat acara.

Diakui. Mengelola ribuan siswa dengan beragam kegiatan dalam waktu yang bersamaan bukanlah pekerjaan yang biasa dan lumrah. Hal ini diperparah, ketika banyak orang beranggapan bahwa mengerjakan kegiatan lomba seni bisa dikerjakan oleh semua orang. Naasnya lagi, orang awam yang diberi kepercayaan itupun tidak diberikan bimbingan dan arahan. Maka jadilah kegiatan ini menjadi bulan-bulanan sumpah serapah dikalangan banyak peserta yang terbiasa dan professional.

* * *

Tak terhitung lagi, berapa orang sudah yang menanyakan petunjuk teknis tentang helat nasional yang diberi nama Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) ini. Untuk perkiraan penyelenggaraan seleksi baik tingkat kota maupun provinsi di masing masing daerah bisa diperdiksi yakni dikisaran April (tingkat kota) dan Mei untuk penyelenggaraan di provinsi. Sedangkan tingkat Nasional Juni 2015 yang akan dilangsungkan di Palembang.

Sangat disayangkan, pertengahan Maret pedoman lomba FLS2N khususnya untuk Sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) belum juga didapatkan oleh daerah. AKankah peristiwa tahun lalu kembali terulang?. Misalnya untuk tari tingkat SD disiapkan 3 orang penari, sedangkan juknis baru mengharuskan penari itu 5 orang. Persoalan ditambahnya penari 2 orang lagi bukan hal yang sepele. Kita tentu tau, menambah 2 orang penari tidak semudah menyebutnya. Tentu kita bersepakat, bahwa proses membuat karya tari tidak sama dengan membuat pisang goreng. Itu hanya satu persoalan yang diungkap dari sekian banyak yang harus diketahui oleh calon peserta.

* * *

Pak Menteri pendidikan, kami kabarkan kepada Bapak, bahwa kegiatan FLS2N ini adalah kegiatan seni yang kami tunggu-tunggu kehadirannya. FLS2N adalah ajang pembuktian diri, dan sekolah kami Pak. Untuk itu, kami berharap agar pedoman lomba cepat dan mudah kami akses. Yang mengherankan kami Pak Menteri, kenapa kegiatan tahunan yang menasional ini tidak tergarap juga dengan baik. Agaknya FLS2N ini harus juga di Revolusi, Pak.

Bapak tau gak, kami tak sabaran ingin mendengar, melihat mimik dan komentar Bapak ketika menyaksikan beragamnya pertunjukan cerdas ala siswa Indonesia. FLS2N itu megah, Pak. Saya yakini, Bapak akan bangga dan terharu melihat kebersamaan dan keberagaman di panggung FLS2N itu. Karya siswa Indonesia luar biasa Pak. Sebelum Bapak merevolusi mental siswa lebih jauh, kami kabarkan kepada Bapak, mereka menjunjung tinggi dan menghargai perbedaan. Bapak gak percaya?.  Mau bukti, ditunggu BLUSUKAN Bapak ke Palembang….

About paisalamri71

Kawan seniman menyebut saya (sekarang) adalah SENIMAN GAGAL. Apa lacur?. Sebelum saya memutuskan hijrah (tahun 1998) ke Batam, memang nama saya sering menghiasi baliho, spanduk dan banner di acara pementasan koreografi baik sekala nasional sampai ke Internasional. Saya sangat menyadari potensi saya waktu itu. Tapi saya harus memilih. Batam adalah satu-satunya kota yang saya pilih sebagai lahan hidup saya. Sampai sekarang saya mengajar di SMA 4 Batam. Bagaimanapun jiwa seni yang melekat dengan saya tetap memberikan warna tersendiri. Dengan profesi baru ini semoga kawan saya tidak menyebut saya guru yang gagal.

Diskusi

4 thoughts on “Susahnya Mendapatkan Juknis FLS2N 2015…

  1. saya sangat setuju karena juknis yang telat di share ke sekolah2, alhasil sekolah saya yg sudah mempersiapkan teater yg sudah bener2 matang, dan blekkk!!! tahun ini dihapuskan? nah lohh.. kenapa juga telat ngasih info kan, surat undangan juga baru nyampe di sekolah.. shit..!!!

    Posted by rioharpratama | Maret 28, 2015, 10:01 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Poster PSP 5 dan Kejuaraan Volly Ke-2 SMAN 4 BATAM

%d blogger menyukai ini: