Seni

PEKAN BUDAYA MELAYU TAHUN 2014

Lomba tari kreasi melayu di rpovinsi Kepri

Lomba tari kreasi melayu di rpovinsi Kepri

A. Pendahuluan

Etnis Melayu telah melalui perjalanan sejarah yang panjang dan berliku. Dalam berbagai literatur disebutkan etnis Melayu yang berkembang hingga saat ini bermula dari kelompok manusia Deutro Melayu yang berlayar dari pegunungan Himalaya ke wilayah Nusantara pada masa sekitar 1500 tahun sebelum masehi. Jika ini benar maka etnis Melayu telah ada di Nusantara ini selama paling sedikit 3000 tahun.


Mengenai asal mula kata Melayu, Burhanuddin (1950) mengatakan ada pendapat yang menyebutkan istilah Melayu berasal dari kata “mala” yang berarti semula, dan “yu” yang berarti negeri. Ada pula pendapat yang mengatakan kata Melayu berasal dari bahasa Tamil yaitu “melayur” yang berarti tanah tinggi atau “malay” yang berarti hujan.
Penyebutan kata Melayu secara tertulis telah terdapat dalam buku tamu kerajaan Cina pada tahun 45 M, yang menyebutkan kerajaan “Moleyeo” telah mengirim utusan ke Kerajaan Cina. Penyebutan Melayu juga ditemukan dalam catatan Biksu Cina bernama I Tsing pada tahun 671 dan 685 M. Catatan yang lebih muda menyebutkan keberadaan masyarakat Melayu adalah prasasti Kerajaan Singosari tahun 1275 M, yang berisi keterangan bahwa Raja Kertanegara mengirim pasukan untuk menyerang kerajaan Melayu. Catatan-catatan ini merupakan bukti bahwa sejak tahun 45 M masyarakat Melayu telah memiliki sebuah negara yang berdaulat. Selanjutnya penyebutan Melayu ditemukan dalam catatan orang-orang Eropa yang berkunjung ke daerah Melayu, seperti Tom Pires, Petrus van der Worm, Valentjin dan W Marsden. Tulisan tiga orang Eropa yang disebut terakhir, berisi tentang informasi bahwa negeri yang mula-mula dihuni etnis Melayu yang ada di Indonesia saat ini adalah dataran tinggi di pulau Sumatera, barulah kemudian menyebar ke Tanah Semenanjung .
Gambaran ringkas mengenai keberadaan orang Melayu di nusantara memberikan penjelasan kepada kita bahwa etnis Melayu telah melalui masa ratusan bahkan ribuan tahun. Dalam kurun waktu selama itu tentunya banyak zaman telah silih berganti di bumi tanah Melayu. Hal ini menegaskan bahwa perubahan zaman tidak hanya dihadapi oleh masyarakat Melayu masa kini saja, tetapi telah pula dialami oleh generasi Melayu ratusan tahun yang lalu. Meskipun menghadapi ancaman perubahan (yang membuat masyarakat Melayu mengalami gegar kebudayaan) namun warisan budaya masyarakat Melayu dari masa lampau masih dapat kita jumpai dalam wujud budaya Melayu saat ini. Seperti Bahasa Melayu yang terus berkembang dan bahkan dijadikan sebagai bahasa nasional. Berbagai upacara adat misalnya upacara perkawinan, kehamilan, menaiki rumah, tolak bala dan sebagainya yang masih dilaksanakan. Demikian juga dengan berbagai kesenian Melayu yang masih diusahakan kelestariannya seperti zapin, dangkong, campak, dambus, makyong, bangsawan, mendu, koba, nyanyian panjang, malalak dan sebagainya. Ini merupakan bukti bahwa generasi Melayu zaman dahulu mampu melestarikan budaya Melayu dan mentransmisikannya kepada generasi penerus.
Dewasa ini isu-isu perubahan dan ancaman punahnya berbagai unsur budaya Melayu menjadi topik yang kian hangat, bagaikan sebuah tembang populer yang selalu dilantunkan dalam setiap gawai kemelayuan. Perubahan yang dihadapi pada era globalisasi ini diyakini lebih dahsyat dari pada ancaman yang ada sebelumnya. Berkembangnya isu-isu perubahan budaya Melayu menunjukkan bahwa masih banyak orang-orang Melayu yang gelisah dan peduli terhadap kelestarian budaya Melayu. Kesadaran terhadap pentingnya usaha pelestarian budaya Melayu itu harus terus dipupuk sehingga generasi Melayu saat ini juga mampu melestarikan budaya Melayu dan mentransmisikan kepada generasi selanjutnya.

Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Tanjungpinang, sebagai UPT Direktorat Jenderal Kebudayaan yang ditugasi menjadi pendorong, motivator, dan fasilitator pelestarian budaya yang ada di masyarakat, berkeyakinan bahwa “takkan Melayu hilang di bumi” selama kegiatan pelestarian budaya Melayu terus digalakkan. Sebagai salah satu usaha untuk melestarikan budaya Melayu, BPNB Tanjungpinang akan mengadakan kegiatan “Pekan Budaya Melayu Tahun 2014” di Kota Batam. Pemilihan Batam sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada pertimbangan Batam sebagai salah satu tanah Melayu di Kepulauan Riau yang mengalami kemajuan paling pesat di segala bidang. Pesatnya kemajuan ekonomi, teknologi dan informasi di kota Batam menjadikan Batam sebagai kota multi etnis dan multi kultur, sehingga dipandang perlu dilaksanakan berbagai kegiatan untuk melestarikan serta mengembangkan budaya Melayu dalam kehidupan masyarakat Batam.
B. Dasar Kegiatan

1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2001 Tentang Anggaran dan Belanja Negara
2. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 17 dan 18 Tahun 2000 Tentang Pelaksanaan Anggaran dan Belanja Negara
3. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 Tentang Kedudukan Tugas dan Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara
4. Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kebudayan dan Pariwisata Nomor : 42/40 Tahun 2009 Tentang Pedoman Pelestarian Kebudayaan.
5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2012 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
6. Rencana Strategis Direktorat Jenderal Kebudayaan Tahun 2010 – 2014
7. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Balai Pelestarian Nilai Budaya Tanjungpinang Tahun 2014.
C. Maksud dan Tujuan

Adapun maksud dilaksanakannya Pekan Budaya Melayu 2014 ini adalah:
1. Pelestarian nilai-nilai budaya Melayu
2. Mempromosikan karya budaya Melayu pada masyarakat luas, dan khususnya kepada kalangan pelajar di kota Batam

Sedangkan Tujuan kegiatan ini adalah:
1. Melaksanakan berbagai lomba yang berakar pada budaya Melayu
2. Meningkatan apresiasi pelajar dan masyarakat terhadap seni-budaya Melayu.
3. Membina generasi muda untuk aktif melestarikan nilai-nilai budaya Melayu
4. Wadah kreativitas dan aktivitas pelaku seni-budaya melayu.
D. Tema Kegiatan

Kegiatan Pekan Budaya Melayu 2014 ini mengambil tema : “Meningkatkan Peran Generasi Muda Dalam Pelestarian Budaya Melayu”. Dengan tema ini diharapkan Pekan Budaya Melayu 2014 mampu meningkatkan kesadaran generasi muda Kota Batam untuk turut aktif melestarikan budaya Melayu.
E. Bentuk Kegiatan

Dalam kegiatan Pekan Budaya Melayu 2014 ini dilaksanakan tiga jenis kegiatan yaitu :
• Melaksanakan sepuluh macam perlombaan yang berakar pada budaya Melayu, yaitu :
1. Tari Melayu Kreasi
2. Langgam Melayu
3. Melukis objek budaya dan Sejarah Melayu di Kota Batam
4. Mewarnai objek budaya dan Sejarah Melayu
5. Foto objek budaya dan Sejarah Melayu di Kota Batam
6. Berbalas Pantun
7. Mengulas gurindam 12
8. Kuliner Khas Melayu
9. Busana Melayu
10. Gasing
• Pertunjukan kesenian dari sanggar seni yang ada di Kota Batam, Tanjungpinang dan pertunjukan kesenian dari Kabupaten kampar Provinsi Riau
• Pemutaran film-film nasional dan film dokumenter.
• Pameran benda-benda budaya dan sejarah Melayu, yang diikuti oleh Museum Nasional Jakarta, Museum Perjuangan Jakarta, Museum Wayang Jakarta, Museum Tekstil Jakarta, Museum Bahari, Museum Naskah Bima NTB dan BPNB Tanjungpinang
F. Peserta Kegiatan

Kegiatan Pekan Budaya Melayu 2014 diikuti oleh pelajar tingkat SD, SMP, SMA dan Mahasiswa se Kota Batam serta Masyarakat umum. Selain itu kegiatan ini didukung pula oleh beberapa instansi pemerintah dari Jakarta, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Provinsi Riau dan Bangka Belitung.
G. Waktu dan Tempat Kegiatan

Kegiatan Pekan Budaya Melayu 2014 ini dilaksanakan selama enam (6) hari dari Tanggal 9 s.d 14 Agustus 2014. Bertempat di Kepri Mall Batam.
H. Apresiasi Pemenang Lomba

Setiap pemenang masing-masing lomba dalam Pekan Budaya Melayu 2014 ini mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan, piala dan piagam penghargaan dari BPNB Tanjungpinang.

I. Ketentuan Perlombaan

Ketentuan Umum
– Tidak dipungut uang pendaftaran
– Peserta berdomisili di Kota Batam.
– Pendaftaran peserta dilakukan dari tanggal 10 July s.d 04 Agustus 2014 di Sekretariat Panitia Pekan Budaya Melayu :
• Pendaftaran lomba Melukis, Mewarnai, Foto, Kuliner Melayu dan Gasing bertempat di Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam (cp. Ibu siti Aisyah/ cici : 0811692655)
• Pendaftaran lomba Tari Kreasi Melayu, Langgam Melayu, Berbalas Pantun, Mengulas Gurindam dan Busana Melayu bertempat di Kantor Dinas Pendidikan Kota Batam (cp. Bapak Faisal : 08127737362).
– Panitia berhak menutup pendaftaran apabila jumlah peserta lomba dirasa cukup.
– Keputusan Dewan Juri bersifat Mutlak
– Pajak Hadiah ditanggung oleh pemenang.
Ketentuan Khusus

1. TARI KREASI MELAYU
Tari kreasi Melayu adalah pertunjukan tari dalam bentuk tari lepas / kreasi yang digarap dari unsur tradisi masyarakat Melayu.

Ketentuan dan syarat-syarat peserta :
a. Peserta pelajar SLTA sederajat
b. Karya tari yang dilombakan adalah tari kreasi baru yang berakar pada budaya Melayu, dan belum pernah menjuarai perlombaan serupa.
c. Tema tari bebas
d. Peserta merupakan kelompok tari. Satu kelompok terdiri dari 2 – 6 orang
e. Setiap sekolah hanya diperkenankan mengirim satu kelompok tari
f. Properti tari disiapkan oleh masing-masing peserta
g. Musik pengiring dalam bentuk CD/Flasdisk atau Live Musik
h. Durasi tari antara 5 – 7 menit

2. LANGGAM MELAYU
Langgam Melayu adalah pertunjukan lagu Melayu lama yang didendangkan sesuai dengan pakem-pakem yang melekat pada kesenian tersebut.

Ketentuan dan syarat-syarat peserta :
1. Peserta pelajar SLTA dan sederajat
2. Peserta membawakan lagu yang telah ditentukan panitia, sebagai berikut :
a. Embun Menitik
b. Pancang Jermal
c. Zapin Anak Negeri
d. Burung Puti
e. Pancaran Senja
f. Hangtuah
3. Pengiring lagu disediakan panitia
4. Peserta diharuskan memakai busana Melayu

3. MELUKIS OBJEK BUDAYA DAN SEJARAH MELAYU DI KOTA BATAM

Ketentuan dan syarat-syarat peserta :
a. Peserta pelajar SD kelas 4 s.d 6
b. Panitia hanya menyediakan kertas untuk melukis
c. Panitia tidak menyediakan alat gambar (pencil, krayon, atau pewarna lainnya)
d. Setiap sekolah hanya diperkenankan mengirimkan satu peserta
e. Peserta diharapkan berpakaian olahraga
f. Tema lomba Melukis: obyek sejarah dan budaya Melayu di Kota Batam
4. MEWARNAI OBJEK BUDAYA DAN SEJARAH MELAYU

Ketentuan dan syarat-syarat peserta :
a. Peserta pelajar SD kelas 1 s.d 3
b. Kertas gambar disediakan panitia
c. Panitia tidak menyediakan alat-alat mewarnai
d. Peserta diharapkan berpakaian olahraga
e. Setiap sekolah hanya diperkenankan mengirimkan satu orang peserta

5. FOTO OBJEK BUDAYA DAN SEJARAH MELAYU DI KOTA BATAM

Ketentuan dan syarat-syarat peserta :
a. Peserta pelajar SLTA sederajat
b. Peserta wajib mencantumkan fotokopi Kartu Pelajar
c. Tema karya foto “Obyek bersejarah dan budaya Melayu di Batam”
d. Foto adalah ciptaan sendiri dan belum pernah dipublikasikan di media mana pun
e. Foto adalah hasil pemotretan kamera digital
f. Hak cipta melekat pada fotografer, namun BPNB Tanjungpinang diberikan hak/ijin untuk publikasi
g. Seluruh karya yang masuk akan diseleksi oleh dewan juri untuk mendapatkan 4 (empat) karya foto terbaik
h. Pengumuman pemenang diumumkan pada saat penutupan Pekan Budaya Melayu
i. Setiap peserta diperkenankan mengirimkan maksimal 3 (tiga) buah karya foto ukuran 10 R, dan softcopy ukuran sisi terpanjang 1024 pixel dalam format JPG skala 10, via email : lombafoto.bpnb@yahoo.co.id.
j. Peserta yang hanya mengirimkan foto softcopy tidak akan dinilai.
k. Olah digital diperbolehkan sebatas perbaikan kualitas foto tanpa merubah keaslian obyek foto.
l. Dengan mengirimkan karya foto peserta dianggap menyetujui semua persyaratan yang ditetapkan panitia
m. Pengriman karya foto dimulai 10 Juli 2014 dan ditutup 4 Agustus 2014.

6. BERBALAS PANTUN

Ketentuan dan syarat-syarat peserta :
a. Peserta adalah pelajar SLTP dan SLTA Sederajat
b. Peserta terdiri dua orang per grup, dan setiap sekolah hanya diperkenankan mengirimkan satu grup.
c. Peserta belum pernah menjuarai perlombaan serupa.
d. Tema lomba “Generasi Muda yang Berbudaya”
e. Pantun tidak mengandung unsur pornografi dan atau SARA
f. Pantun harus orisinal.
7. MENGULAS GURINDAM 12

Ketentuan dan syarat-syarat peserta :
a. Peserta pelajar SLTA sederajat
b. Peserta adalah perorangan
c. Setiap sekolah mengirimkan maksimal dua orang peserta
d. Bentuk lomba adalah menjelaskan makna yang terkandung dalam pasal dan ayat Gurindam 12 secara lisan, sesuai dengan undian yang diberikan kepada peserta.
8. KULINER KHAS MELAYU

Ketentuan dan syarat-syarat peserta :
a. Kuliner yang dilombakan “Nasi Besar”.
b. Peserta adalah guru SLTP sederajat
c. Setiap peserta terdiri 3 orang per kelompok
d. Setiap peserta wajib mencantumkan resep makanan
e. Panitia tidak menanggung biaya bahan-bahan lomba
f. Peserta membawa kuliner siap saji ke lokasi lomba
9. BUSANA MELAYU HARIAN

Ketentuan dan syarat-syarat peserta :
a. Peserta pelajar SLTA sederajat
b. Setiap sekolah mengirimkan maksimal dua orang peserta (laki-laki dan perempuan)
c. Dress code busana Melayu harian

10. GASING

Ketentuan dan syarat-syarat peserta :
a. Peserta umum
b. Perlombaan dilaksanakan secara beregu (satu regu terdiri dari 4 orang)
c. Gasing dan peralatannya tidak disediakan oleh panitia
d. Setiap peserta diharuskan memakai pakaian olah raga.

J. Jadwal Kegiatan

Hari/Tanggal Pukul Kegiatan Pelaksana
Sabtu,
9 Agustus 2014 14.30– 15.00 Penampilan Musik Gazal
15.00– 16.00 Pembukaan
Tari Persembahan
Pembacan Do’a
Laporan Ketua Pelaksana
Sambutan Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam
Sambutan dan Sekaligus Pembukaan Pekan Budaya Melayu 2014 oleh Dirjen Kebudayaan RI
Ramah Tamah
16.00– 18.00 Lomba Tari Melayu Kreasi
18.00– 19.00 ISTIRAHAT
19.00– 22.00 Lomba Tari Melayu Kreasi

Minggu,
10 Agustus 2014 10.00– 11.00 Penampilan Musik Gazal
11.00– 12.00 Lomba Berbalas Pantun
12.00– 13.00 ISTIRAHAT
13.00– 15.00 Lomba Berbalas Pantun
15.00– 17.30 Lomba Langgam Melayu
17.30– 19.00 ISTIRAHAT
19.00– 21.00 Lomba Langgam Melayu

Senin,
11 Agustus 2014 09.30– 12.00 Lomba Melukis Objek Budaya
12.00– 13.00 ISTIRAHAT
13.00– 17.00 Lomba Mengulas Gurindam
17.00– 18.00 Penampilan Sanggar Bulan Mengambang
18.00– 19.00 ISTIRAHAT
19.00– 21.00 Penampilan Tim Kesenian Kabupaten Kampar-Riau

Selasa,
12 Agustus 2014 09.30– 12.00 Lomba Mewarnai
12.00– 13.00 ISTIRAHAT
13.00– 17.00 Lomba Busana Melayu
17.00– 18.00 Penampilan Sanggar
18.00– 19.00 ISTIRAHAT
19.00– 21.00 Penampilan Sanggar Lembayung

Rabu,
13 Agustus 2014 10.00– 12.00 Lomba Kuliner Melayu
Lomba Gasing
Musik Hiburan
12.00– 13.00 ISTIRAHAT
13.00– 15.00 Musik Hiburan
18.00– 19.00 ISTIRAHAT
19.00 – Selesai Penutupan
Pengumuman Pemenang
Pembagian Hadiah
Sambutan Penutupan oleh Ketua Panitia
Penampilan Bangsawan oleh Sanggar Bulan Mengambang
Catatan :
1. Pameran dilaksanakan setiap hari selama kegiatan berlangsung
2. Bioskop keliling ditayangkan setiap hari selama kegiatan pukul 20.00 s.d selesai

KONTAK : FAISAL 08127737362

 

 

About paisalamri71

Kawan seniman menyebut saya (sekarang) adalah SENIMAN GAGAL. Apa lacur?. Sebelum saya memutuskan hijrah (tahun 1998) ke Batam, memang nama saya sering menghiasi baliho, spanduk dan banner di acara pementasan koreografi baik sekala nasional sampai ke Internasional. Saya sangat menyadari potensi saya waktu itu. Tapi saya harus memilih. Batam adalah satu-satunya kota yang saya pilih sebagai lahan hidup saya. Sampai sekarang saya mengajar di SMA 4 Batam. Bagaimanapun jiwa seni yang melekat dengan saya tetap memberikan warna tersendiri. Dengan profesi baru ini semoga kawan saya tidak menyebut saya guru yang gagal.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Poster PSP 5 dan Kejuaraan Volly Ke-2 SMAN 4 BATAM

%d blogger menyukai ini: