Pendidikan

Ada Bea Siswa (Partai) Jelang April 2014

Pemilu itu semakin dekat, membuat banyak orang kasak khususk mencari simpati

Pemilu itu semakin dekat, membuat banyak orang kasak khususk mencari simpati

Sabtu pagi 18 Januari 2014, atas inisiatif wakil kepala urusan kurikulum, semua majelis guru diminta untuk mengikuti rapat sebelum masuk jam pertama. Tanpa disadari, rapat yang rencananya kilat ini hanya membahas try out kelas XII (dua belas) untuk tiga hari kedepan. Diluar dugaan, rapat yang dipimpin langsung kepala sekolah ini seolah-olah terjebak, sehingga  menjadi rapat gado-gado.  Selain dari try out, beasiswa, masalah rapor kelas sepuluh yang rumit, sampai pada sistim penilaian,  yang mana dari hasil temuan wakil kurikulum ada guru yang tidak memakai sistim yang baru (baca kurikulum 2013). Untuk itu, kepala sekolah mendesak agar para guru mau belajar dan mencari tau, bagaimana tuntutan kurikulum 2013 yang kelahiran dan penerapannya banyak di hujat oleh banyak orang itu.

Dipenghujung rapat, ketika Ibu kepala sekolah mau menutup pertemuan dadakan ini, salah satu guru bertanya. “Maaf bu, 15 menit yang lalu ada orang tua menanyakan apakah beasiswa dari partai itu sudah cair, dan kapan bisa diambil?”. Belum selesai kalimat ibu penanya ini, Ibu kepala sekolah langsung memotongnya, “masalah beasiswa dari salah satu partai peserta pemilu tahun 2014 itu saya tak mau ikut campur”, katanya datar. Kami yang hadir terkejut. Suasana mendadak hening. Selang beberapa detik, satu dari kami nyeletuk, “berapa orang bu, siswa kita yang menerima, terus berapa besaran yang mereka dapatkan”, kata  temanku dengan mimik serius. “Ngak jadi kok, anak kita batal menerima beasiswa dari orang partai itu, karena siswa kita itu  sudah tercamtum sebagai penerima BOS (bantuan operasional sekolah). Jawab ibu yang dalam kesehariannya membidangi Bimbingan Konseling sekaligus mengurus beasiswa di sekolah kami.

“Saya tak habis pikir, uang bantuan dari partai itu diberikan langsung kepada orang tua siswa, kemudian, kepada saya dimintai untuk mempertanggungjawabkan dengan cara menandatangani berita acara penyaluran beasiswa tersebut”. Demikian Ibu kepala sekolah menjelaskan perihal bantuan partai itu. “Sudah, kita tak usah bahas persoalan bantuan itu, sekarang Bapak dan Ibu masuk kelas”. Tutup Ibu kepala sekolah singkat.

Penasaran dengan penjelasan Ibu kepala sekolah,  aku langsung menemui guru bimbingan konseling. Ketika ditanyakan berapa orang siswa yang menerima, Ibu ini tidak mengetahui persis. Lalu, mengapa orang partai itu membatalkan siswa kita menerima beasiswa, terus anehnya lagi, dari mana mereka tau kalau siswa kita tercatat sebagai penerima beasiswa BOS dari pemerintah. Bagiku ini alasan yang tidak masuk akal. “Saya juga ngak tau, cuman itulah keterangan dari satu siswa yang batal menerima bantuan sebesar Rp. 700.000,-  kata Ibu ini dengan penuh tanya.

Hingga bel pulang, persoalan bantuan partai ini tak jua hilang diingatanku. Baru kali ini aku menemui beasiswa yang terkesan aneh dan nyeleneh. Agar persoalan ini tak menganggu tidurku, akhirnya aku putuskan untuk mengirim pesan pendek kepada siswaku itu. Singkat cerita, mantan ketua OSIS itu membenarkan bahwa, dua hari yang lalu ia dengan orang tuanya telah menerima bantuan dari orang partai itu sebesar Rp. 1000.000,-  melalui pos. Lah bukannya kamu gagal menerima, karena kamu udah tercatat sebagai penerima BOS, kataku lagi. Mendengar pertanyaan itu, siswaku itu ketawa, kemudian berucap, maaf ya pak, saya bohong…. Kali ini, giliran aku yang ketawa hahahahahaha. Ah, bohong itu dosalo, kataku dengan nada canda.

Beginilah wajah dan strategi untuk sebuah jabatan di negeriku. Uang itu tugasnya mencari uang. Helat lima tahunan bangsaku disebut Pemilu, namun sayang bikin hati awak pilu.

Nasib…..

About paisalamri71

Kawan seniman menyebut saya (sekarang) adalah SENIMAN GAGAL. Apa lacur?. Sebelum saya memutuskan hijrah (tahun 1998) ke Batam, memang nama saya sering menghiasi baliho, spanduk dan banner di acara pementasan koreografi baik sekala nasional sampai ke Internasional. Saya sangat menyadari potensi saya waktu itu. Tapi saya harus memilih. Batam adalah satu-satunya kota yang saya pilih sebagai lahan hidup saya. Sampai sekarang saya mengajar di SMA 4 Batam. Bagaimanapun jiwa seni yang melekat dengan saya tetap memberikan warna tersendiri. Dengan profesi baru ini semoga kawan saya tidak menyebut saya guru yang gagal.

Diskusi

One thought on “Ada Bea Siswa (Partai) Jelang April 2014

  1. magnificent post, very informative. I’m wondering why the opposite experts of this sector do not notice this.

    You must proceed your writing. I’m confident, you’ve a
    great readers’ base already!

    Posted by Vickie | Oktober 13, 2014, 4:51 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Poster PSP 5 dan Kejuaraan Volly Ke-2 SMAN 4 BATAM

%d blogger menyukai ini: