Pendidikan

Tidak Naik Kelas, Uang Kembali..

Anak gadis kami itu sekarang sudah di SMP...

Anak gadis kami itu sekarang sudah di SMP…

“Ayah, ini hasil tes kemampuan kakak, kata anak gadisku sembari memberikan satu amplop putih. Persis bagian tengah amplop tertulis nama lembaga pendidikan sebagai penyelenggara tes kemampuan. Dipojok kiri atas ada tulisan “SANGAT RAHASIA”. Tulisan ini dibuat dalam persegi panjang dan dihitamkan. lugunya anak gadisku, begitu ia menerima amplop bertuliskan sangat rahasia, ia tak berani membuka amplop yang diberikan oleh guru disekolahnya itu. Surat itu sampai ke tanganku dalam keadaan utuh. Begitu aku membuka surat rahasia ini, alinea pertama tertulis “Terima kasih atas kepercayaan, dan partisipasinya dalam pengukuran potensi diri ini. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama SMP ….. dan Lembaga Bimbingan Belajar ……

Pada alinia berikutnya tertulis, jika ingin mendapatkan penjelasan lebih lanjut dan mendalam, detail serta berkesinambungan bisa dilakukan melalui tatap muka di kantor lembaga pendidikan yang mengeluarkan surat rahasia ini. Tak tanggung-tanggung, di surat itu dibubuhkan alamat, lengkap dengan nomor teleponnya.

Keberadaan lembaga non formal seperti bimbingan belajar saat ini semakin berani. Bahkan mereka suka dengan kalimat-kalimat yang sulit untuk diterima dengan akal sehat. Propaganda mereka semakin hari semakin luar biasa. Mereka tidak segan-segan untuk memberikan beronggok-onggok harapan kepada siswa jika masuk dilembaganya itu. Tak ayal lagi, terkadang kita terpaksa harus tersenyum dan geleng-geleng kepala dengan aksi propaganda mereka. Beberapa contoh rayuan maut ala bimbel itu  adalah; 1. jaminan naik kelas, jika tidak naik maka pihak bimbel akan mengembalikan seluruh biaya bimbingan (100 %). 2. Jaminan lulus ujian nasional, 3. Jaminan masuk perguruan tinggi negeri favorit  serta rayuan maut lainnya.

Tidak sampai disitu, propaganda yang termasuk baru dibuat oleh bimbingan belajar adalah memberikan bonus waktu sampai dengan 5 kali belajar tambahan. Depenisi belajar tambahan adalah waktu yang diberikan pihak bimbingan belajar kepada siswa untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru di sekolah. Momen dan kesempatan emas ini benar-benar dimanfaatkan oleh para siswa untuk mengerjakan tugas-tugas sekolahnya. Sedikit yang merisaukan kita sebagai orang tua, pelaksanaan belajar tambahan ini banyak disalahgunakan oleh siswa, intinya, bagi siswa yang penting tugasnya selesai, urusan mengerti atau tidak menjadi urusan belakangan. Hal ini terlihat dari hasil ulangan harian peserta didik. Siswa dari golongan mampu dan tekun menggunakan kesempatan ini sebagai pengayaan, maksudnya siswa yang tadinya kurang mengerti merasa terjembatani dengan bimbingan guru lesnya. Di atas adalah cerita lembaga pendidikan non formal yang masuk kategori baik dan setengah mendidik.

Gurupun tidak mau ketinggalan. Dengan alasan mencerdaskan anak didik, bimbingan belajarpun dilakukan di sekolah dengan harga terjangkau. Namun sayang, bimbingan belajar yang dilakukan oleh guru di sekolah tidak berjalan semulus yang dilakukan oleh bimbingan belajar di luar. Kenapa?, karena bimbel yang dilakukan di sekolah telah memunculkan kecemburuan siswa yang tidak ikut bimbel. Berbagai isu-pun merebak, sebagai contoh siswa yang mengikuti les atau bimbel cendrung mendapatkan nilai yang lebih baik. Isu-isu lain dihembuskan oleh siswa kepada orang tuanya. Sialnya lagi, banyak orang tua yang juga tidak cerdas dan cendrung emosional menanggapi laporan atau aduan anaknya. Sehingga keesokan harinya orang tua datang dengan seonggok emosi menghadap guru yang bersangkutan. Kegalauan seperti ini entah siapa yang hendak dipersalahkan.

Salah atau tidak, boleh atau tidak boleh guru memberikan bimbel di sekolah?. Jawabannya tergantung dari sisi mana kita melihat. Sebagai guru, saya jadi geli, terkadang malu dan tidak enak hati untuk memberikan komentar yang berlebihan. Akan tetapi, saya hanya punya usul, seyogyanya bimbel oleh guru sebaiknya tidak dilakukan di sekolah. Waktu, tenaga dan ilmu yang Bapak, Ibu berikan di luar jam sekolah itu tidak akan dilihat sebagai sebuah pengabdian yang murni untuk menolong siswa oleh masyarakat. Alasan ekonomis terkadang tidak bisa membenarkan keganjilan yang kita buat.

Belum terlalu lama. Terkuak kepermukaan, ada bimbel yang memberikan full servis. Maksudnya, ketika ujian berlangsung guru bimbel memberikan jawaban. Caranya adalah, siswa memotret lembaran soal kemudian mengirim ke guru bimbelnya. Dalam hitungan yang tidak terlalu lama jawaban akan dikirim via sms ke hendpon siswa. Modus ini beberapa kali kami temukan di sekolah. Berbagai usaha telah dilakukan dengan memanggil guru bimbel yang curang itu. Pertanyaannya, apakah dengan pemanggilan dan teguran keras yang disampaikan oleh pihak sekolah akan membuat mereka jera?. Silakan jawab, saya yakin pembaca punya jawaban sendiri tentang itu. Untuk melengkapi jawaban pembaca, itu adalah yang ketahuan, bagaimana yang tidak tertangkap basah?.

Paling adil adalah, ketika kita tidak saling salah menyalahkan. Kontribusi itu ada pada masing-masing kita sebagai guru di sekolah, guru bimbel dan masyarakat. Dipihak orang tua misalnya, oleh karena telah membayar uang sekolah dan uang bimbingan belajar, sehingga kewajiban mendidik terhadap anak menjadi gugur. Sementara para orang tua sibuk dengan urusan duniawi.

Kalaulah hal ini dibiarkan, tidak terlalu rumit menebak, akan seperti apa jadinya generasi pengganti ini kedepannya…

About paisalamri71

Kawan seniman menyebut saya (sekarang) adalah SENIMAN GAGAL. Apa lacur?. Sebelum saya memutuskan hijrah (tahun 1998) ke Batam, memang nama saya sering menghiasi baliho, spanduk dan banner di acara pementasan koreografi baik sekala nasional sampai ke Internasional. Saya sangat menyadari potensi saya waktu itu. Tapi saya harus memilih. Batam adalah satu-satunya kota yang saya pilih sebagai lahan hidup saya. Sampai sekarang saya mengajar di SMA 4 Batam. Bagaimanapun jiwa seni yang melekat dengan saya tetap memberikan warna tersendiri. Dengan profesi baru ini semoga kawan saya tidak menyebut saya guru yang gagal.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Poster PSP 5 dan Kejuaraan Volly Ke-2 SMAN 4 BATAM

%d blogger menyukai ini: