Pendidikan

Terima Kasih Pak (DR. Harry Azhar Azis, MA) Atas Siraman Intelektualnya

DR. Harry Azhar Azis dan Muhammad Hatta siswa kelas XI IPA

DR. Harry Azhar Azis dan Muhammad Hatta siswa kelas XI IPA

Kalian semuanya harus punya mimpi. Untuk mengejar mimpi itu tidak susah dan rumit, kuncinya adalah komitmen dan kemauan. Siapa bilang perguruan tinggi sekarang hanya milik orang yang mampu saja. Orang yang tidak mampu dari segi finansial juga punya hak yang sama untuk bisa  mengenyam pendidikan di perguruan tinggi  terbaik di negeri ini. Tidak hanya dalam negeri, luar negeri-pun pemerintah memberikan kesempatan yang sama kepada generasi muda Indonesia untuk bisa melanjutkan studi-nya. Beragam program bea siswa sudah dianggarkan oleh pemerintah untuk putra-putri terbaik bangsa ini, untuk itu raihlah, rebutlah. Untuk melihat dan mencari imformasi bea siswa ini, para siswa sekalian harus rajin mencari, melihat di internet. Begitu ia menyemangati siswa SMA Negeri 4 Batam. Menyadari pentingnya informasi ini, para siswa yang mencapai seribu orang lebih mengabaikan teriknya matahari ketika itu.

DR. Harry Azhar Azis, MA namanya. Ianya adalah Wakil Ketua Komisi XI DPR yang membidangi urusan Keuangan, Perencanaan Pembangunan Nasional, Perbankan, Lembaga Keuangan bukan Bank. Bapak kelahiran 25 April 1956 di Tanjung Pinang ini berasal dari daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau. Wajah Doktor tamatan Amerika Serikat ini tak asing lagi, ia sering menghiasi layar kaca stasiun televisi Nasional sebagai nara sumber. Kedatangan anggota DPR ini ke SMA Negeri 4 Batam adalah untuk memberikan siraman intelektual kepada para siswa. Memberikan pandangan, pencerahan tentang informasi pendidikan terkini yang mesti dimiliki oleh para siswa Indonesia.

Diskusi yang dipandu oleh Ibu Desiyanti, M.Pd ini tidak disia-siakan oleh para siswa. Pak Harry dihujani pertanyaan. Setidaknya 13 orang siswa memberanikan dirinya untuk menanyakan seputar kebijakan pemerintah dalam memajukan pendidikan. Tidak hanya itu, penerapan kurikulum 2013 yang fenomenal dan terkesan dipaksakan inipun menjadi sorotan siswa. Ada kesan, para siswa ini ikut latah dan mencurigai kalau penerapan kurikulum 2013 lebih kepada kepentingan untuk meloloskan proyek yang menyedot anggaran yang tidak sedikit.  Pak Harry bangga dengan pertanyaan bernas dan kritis siswa padanya.

Pertanyaan generasi pelurus bangsa seputar kebijakan, anggaran pendidikan dan bea siswa luar negeri dijawab pak Harry dengan bahasa sederhana, mudah dimengerti oleh para siswa.  Pemaparan panjang wakil ketua komisi XI DPR ini diakhiri dengan cerita atau pengalaman beliau ketika awal-awal kuliah di Amerika Serikat.

Intinya, sambung sang Doktor, belajarlah jujur dengan diri sendiri, hentikanlah kebiasaan menghapal yang hanya dilakukan jika keesokan harinya ada ujian atau ulangan. Jika tradisi ini tetap dilestarikan, berarti anda telah membuat jurang dan hambatan yang luar biasa terhadap perjuangan yang akan anda lakukan kedepan. Demikian pak Harry menutup dialognya.

Terima kasih pak, atas informasi dan siraman intelektualnya terhadap siswa kami.

Siswa tampak serius memperhatikan oenjelasan yang disampaikan oleh wakil ketua komisi XI DPR ini

Siswa tampak serius memperhatikan oenjelasan yang disampaikan oleh wakil ketua komisi XI DPR ini

Secara tidak langsung, penyegaran seperti ini pantas dilakukan pada siswa.

Secara tidak langsung, penyegaran seperti ini pantas dilakukan pada siswa.

Kesempatan emas ini tak disia-siakan siswa untuk bertanya.

Kesempatan emas ini tak disia-siakan siswa untuk bertanya.

Dialog siswa bertanya, pak Harry menjawab iniTanpa terasa, dari satu jam yang direncanakan, akhirnya molor menjadi 2 jam lebih.

Dialog siswa bertanya, pak Harry menjawab iniTanpa terasa, dari satu jam yang direncanakan, akhirnya molor menjadi 2 jam lebih.

Dialog terbuka ini  dipandu oleh Ibu Desiyanti, M.Pd

Dialog terbuka ini dipandu oleh Ibu Desiyanti, M.Pd

About paisalamri71

Kawan seniman menyebut saya (sekarang) adalah SENIMAN GAGAL. Apa lacur?. Sebelum saya memutuskan hijrah (tahun 1998) ke Batam, memang nama saya sering menghiasi baliho, spanduk dan banner di acara pementasan koreografi baik sekala nasional sampai ke Internasional. Saya sangat menyadari potensi saya waktu itu. Tapi saya harus memilih. Batam adalah satu-satunya kota yang saya pilih sebagai lahan hidup saya. Sampai sekarang saya mengajar di SMA 4 Batam. Bagaimanapun jiwa seni yang melekat dengan saya tetap memberikan warna tersendiri. Dengan profesi baru ini semoga kawan saya tidak menyebut saya guru yang gagal.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Poster PSP 5 dan Kejuaraan Volly Ke-2 SMAN 4 BATAM

%d blogger menyukai ini: