Pendidikan

Alumni SMA N 4 Batam, Ciptakan Kapal Lambung Datar Pertama Di Indonesia

Adi Lingson paling kanan dan temannya (foto ini dicuri dari Facebook juragan kapal)

Kamis 25 April 2013, SMA Negeri 4 Batam yang terletak di Tiban lama kecamatan Sekupang kota Batam itu heboh. Apa lacur?, sebuah koran nasional terbitan Batam memberitakan tentang alumni sekolah ini. Tidak tanggung-tanggung, pemberitaan membanggakan ini ditaruh di halaman pertama.  Di halaman pertama  tampak alumni gagah itu mengenakan Jaz warna gelap dengan kombinasi  warna cerah, sedang memegang piala. Sedangkan di sisi kanannya terletak menyerupai figura ukuran 10 R dengan gambar kapal. Diyakini piala yang ia pegang itu berhubungan erat dengan prestasi yang belum lama ia raih.

Adi Lingson namanya. Ia adalah tamatan SMA Negeri 4 Batam tahun 2008. Berkat kegigihan dan ketunakannya ia diterima di salah satu perguruan tinggi dambaan pelajar negeri ini, yakni  Universitas Indonesia. Di perguruan tinggi top Indonesia ini, alumni sekolah yang terletak di Tiban Kampung ini berhasil mengalihkan penghayatan inside-nya ke media ungkap, yakni imajinasi bernas tentang perkapalan. Patut diberikan apresiasi, karena di tangannya lahir sebuah terobosan baru di bidang teknologi perkapalan yakni kapal dengan lambung datar pertama di Indonesia.

Untuk menguji temuannya ini ke publik, pada bulan Juli 2012 ia mengikuti dan sekaligus memenangkan Technopreneurship pemuda yang di adakan oleh Kementerian Riset dan Teknologi di Jakarta. Hasil imajinasi cerdas ini mengantarkan namanya menjadi satu dari sekian generasi yang karyanya mampu menerobos perkembangan perkapalan yang cukup diperhitungkan di Indonesia.

Diakui oleh Adi Lingson,  kapal lambung datar ini tidaklah termasuk hal yang baru di dunia. Bentuk ini biasa dipakai pada kapal yang berkecepatan rendah serta volume angkut yang tinggi. Umumnya, kapal lambung datar ini dirancang pada bangun kapal tanker. Sebaliknya, di tangan anak Batak ini konsep besar  tadi berubah wujud menjadi kapal kecil (boat), seperti kapal nelayan, kapal wisata dan kapal penyelamat. Terobosan cerdas ini membuat dia harus berurusan dengan pihak-pihak yang berkompeten di negeri ini.

Sepintas gambar kapal yang ia hasilkan, nyaris tidak berbeda dengan kapal pada umumnya. Namun jika dilihat secara teliti, perbedaan tersebut terdapat pada lambungnya. Misalnya, secara umum lambung kapal berbentuk lengkung kebawah yang menyerupai V, sementara di tangan Adi Lingson yang dulunya sewaktu sekolah  tak banyak ngomong itu lambung kapal dibuat datar. Adapun materialnya terbuat dari baja, sama halnya dengan kapal lainnya.

Semoga saja kapal yang di set pada kecepatan tidak lebih dari 14 knot ini bisa bermanfaat, kapal ini bisa digunakan diantaranya kapal pembersih sampah, kapal wisata, kapal penyelamat dan kapal untuk nelayan. Jika dibandingkan dengan kapal yang terbuat dari fibre glass, kapal made ini Adi lebih murah 30 persen. Di sinilah letak nakalnya, temuan Adi justru untuk lebih memihak kepada rakyat kecil seperti nelayan misalnya, bayangkan kapal dengan panjang 7 meter, lebar 2,6 meter dengan tinggi 1,6 Adi hanya membandrol Rp 65 juta.

Tahniah ya Adi, sekolah-mu yang terletak di Tiban Lama itu ikut bangga dengan pikiran cerdasmu. Teruslah berkarya, jadilah dirimu generasi pelurus bangsa ini. Untuk siswa SMA Negeri 4 Batam, ini adalah contoh kongkritnya, semoga prestasi luar biasa yang ditorehkan Adi Lingson ini bisa memberikan spirit kepada kalian. Teruslah bermimpi, dan kalian memang harus punya mimpi itu. Kepada Adi Lingson, saya minta maaf, jika tulisan ini tidak mengena dan sangat dangkal. Hakekat tulisan ini bukan membedah konsep yang kamu tawarkan, tapi memberi kabar bahwa karya anda patut diacungin jempol.

 

Ada yang tertarik untuk buat restoran apung?, sambil menikmati hidangan, konsumen anda bisa melihat keindahan bawah laut, Adi Lingson telah memikirkan sebelum yang lain memikirkan. Ngak percaya silakan hubungi Adi Linson atau kunjungi blognya di juragan kapal.

Untuk alumni yang lain, sukses untuk kalian semuanya, kabari sekolahmu, apa pun beritanya. Kita boleh berjauhan, namun tanpa kita sadari, media sosial selalu membuat kita dekat. Kami rindu salam kalian, kami rindu kicauan kalian sekalipun hanya di twitter dan facebook. Kita akan pikirkan kelak pola komunikasi kita, jika pemerintah melarang kita untuk berkicau di facebook dan twitter.

Salam dari Tiban Lama….

(Sumber Batam Pos dan percakapan singkat dengan Adi Lingson. Sampai sekarang saya heran kenapa email yang dikirim Adi Lingson ke email saya tentang prestasinya ngak masuk-masuk juga, padahal ada keinginan untuk menulis lebih jauh di tengah keterbatasan saya menulis)

About paisalamri71

Kawan seniman menyebut saya (sekarang) adalah SENIMAN GAGAL. Apa lacur?. Sebelum saya memutuskan hijrah (tahun 1998) ke Batam, memang nama saya sering menghiasi baliho, spanduk dan banner di acara pementasan koreografi baik sekala nasional sampai ke Internasional. Saya sangat menyadari potensi saya waktu itu. Tapi saya harus memilih. Batam adalah satu-satunya kota yang saya pilih sebagai lahan hidup saya. Sampai sekarang saya mengajar di SMA 4 Batam. Bagaimanapun jiwa seni yang melekat dengan saya tetap memberikan warna tersendiri. Dengan profesi baru ini semoga kawan saya tidak menyebut saya guru yang gagal.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Poster PSP 5 dan Kejuaraan Volly Ke-2 SMAN 4 BATAM

%d blogger menyukai ini: