Seni

Event FLS2N 2013 Menjadi Mimpi Besar Siswa, Mungkinkah?

Penari yang meraih Medali emas di ajang nasional Cecek (panggilan manis dani) dan Ungek berfoto jelang tampil

SMA N 4 Batam (Provinsi Kepri) meraih medali emas pada cabang Tari Berpasangan FLS2N tahun 2012 di Mataram-Nusa Tenggara Barat

Event ini tidak hanya menjadi sebuah ajang lomba, melainkan sebuah peristiwa kebudayaan untuk mempertemukan para pelajar agar bisa saling kenal, tukar pikiran dan melihat dari dekat betapa Indonesia itu kaya akan seni budaya.

 

Luar biasa, indahnya kebersamaan, perbedaan-perbedaan yang ada telah menjadi saksi bahwa Bhineka Tunggal Ika harus dipahami dengan baik. Dada-pun terasa sesak, ketika duta seni dari 33 provinsi di Ballroom Hotel Gland Legi Mataram waktu itu berikrar untuk menjaga kedaulatan NKRI ini. Tangan mereka berpegangan sangat erat, mereka tidak lagi melihat siapa, warna kulit dan  rambutnya, mereka bersatu padu untuk sebuah cita-cita luhur. Kesepakatan dan janji mereka di akhiri dengan mengumandangkan lagu Indonesia Raya. Persis di ujung lagu, tanpa komando semuanya hening beberapa detik, semua kepala menunduk. Keheningan itu tidak bertahan lama, lalu muncul kata-kata “anda bangga menjadi anak Indonesia!!!!!..”, teriak suara yang tidak jelas sumbernya itu menggelegar, “bangga…..!!!!”, teriak mereka serentak.

Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) nama kegiatannya. Hajatan tahunan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan di bidang seni ini cukup mendapat tempat di kalangan pelajar. Setidaknya ini dibuktikan dengan keikutsertaan pelajar dari berbagai penjuru di Indonesia. Berbeda dengan kegiatan yang di adakan di Makasar tahun 2011 yang lalu. Kegiatan di Mataram selain materi lomba dan festival tingkat nasional itu, panitia penyelenggara menyelipkan satu kegiatan dengan tajuk pendidikan karakter. Kegiatan yang memakan waktu lebih kurang 3 jam itu sarat makna, berkat kepiawaian pembicara, peserta yang terdiri dari perwakilan pelajar itu seolah-olah mendapatkan energi baru untuk di bawa ke kotanya masing-masing. Kepala mereka tegak, dada dibusungkan, terpancar jelas dan meyakini mereka adalah ahli waris yang syah di negeri ini.  

Tanpa disadari, event tahunan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan ini telah lima kali berjalan, Juni 2013 di Sumatera Utara adalah yang ke enam kalinya. Kalau dilihat dari perkembangan karya, ada sebuah kemajuan yang luar biasa, baik itu dari tatanan konsep karya sampai pada kwalitas pendukungnya. Maka wajar kiranya, Ibu Maria seorang dewan juri tari berpasangan dan staf pengajar di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang baru kali ini terlibat dan melihat secara langsung kegiatan FLS2N ini berdecak kagum. Di luar dugaannya, ternyata garapan tari dan kemampuan tehnik mereka dalam membawakan sebuah tari  patut diacungkan jempol. “Hmm… luar biasa event ini”, kata Ibu Maria kala itu. Tidak sampai disitu pujiannya, Ibu Maria yang juga direktur event Indonesia Dance festival (IDF) itu lebih jauh mengatakan bahwa, karya dan kemampuan teknik mereka sudah layak dan pantas untuk di usung ke panggung profesional.

Pujian ini tidaklah berlebihan, tanpa disadari oleh banyak orang, event tahunan ala Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan telah melahirkan generasi handal di bidang seni. Berprestasi di bidang seni, memang tidak seindah berprestasi di bidang esakta. Kesenjangan yang tidak patut ini mesti dikaji ulang. Berhentilah kita memandang bahwa, cita-cita itu hanya Dokter dan Pilot saja. Dalam era global ini, generasi muda kita arahkan untuk mengenali potensi diri yang dimilikinya. Mari kita bersama-sama memberi sinyal pada generasi muda bahwa, masa depan itu juga ada pada cabang seni, olahraga dan cabang-cabang lainnya. Ketunakan pemerintah dalam memberikan apresiasi lebih kepada pemenang olimpiade Fisika, Matematika dan bidang esakta lainnya, telah membuat jurang yang semakin dalam. Bukan tidak elok, akan tetapi cara kita mendidik generasi muda untuk mencari masa depannya telah salah kita depinisikan. Bayangkan saja, prestasi di bidang esakta banyak hal didapat, mulai dari uang tunai, piagam, piala atau medali, dan yang lebih bombastis lagi adalah begitu siswa berprestasi itu tamat, maka ada beberapa perguruan tinggi ternama memberikan beasiswa dan garansi tanpa tes bisa melenggang  masuk perguruan tinggi tersebut. Sementara, berprestasi di bidang seni berhenti pada uang tunai, piagam dan piala atau medali. Maka jangan heran, pandangan generasi muda dan orang tua-pun, berprestasi di cabang seni, tidak bisa memberikan apa-apa untuk meniti masa depan.

Paradigma ini harus dirubah. Semoga panggung FLS2N di Medan-Sumatera Utara pada bulan Juni 2013 akan berbicara lain. Tentu kita bersepakat dan berharap pada tuan penghulu Kemendikbud bahwa, event yang menelan biaya besar ini tidak hanya terjebak pada proyek tahunan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan saja, melainkan ia harus lebih baik, dan bisa dipertanggungjawabkan dari segi kwalitas penyelenggaraan.  Lebih jauh kita berharap kegiatan seni tidak hanya selesai dengan riuhnya tepuk tangan penonton dan berhenti pada ucapan selamat pada para pemenang, akan tetapi produk kegiatan FLS2N ini bisa menyembatani untuk menuju masa depan. Pertanyaannya, selain dari uang uang tunai, piagam dan medali yang diberikan oleh panitia, mungkinkah Beasiswa masuk perguruan tinggi juga bisa diraih?. Gimana Pak Menteri, SUAI?.

About paisalamri71

Kawan seniman menyebut saya (sekarang) adalah SENIMAN GAGAL. Apa lacur?. Sebelum saya memutuskan hijrah (tahun 1998) ke Batam, memang nama saya sering menghiasi baliho, spanduk dan banner di acara pementasan koreografi baik sekala nasional sampai ke Internasional. Saya sangat menyadari potensi saya waktu itu. Tapi saya harus memilih. Batam adalah satu-satunya kota yang saya pilih sebagai lahan hidup saya. Sampai sekarang saya mengajar di SMA 4 Batam. Bagaimanapun jiwa seni yang melekat dengan saya tetap memberikan warna tersendiri. Dengan profesi baru ini semoga kawan saya tidak menyebut saya guru yang gagal.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Poster PSP 5 dan Kejuaraan Volly Ke-2 SMAN 4 BATAM

%d blogger menyukai ini: