Politik

SURAT TERBUKA KEPADA PRESIDEN RI

sby

Batam (satu nan sejuta pulau milik negara Indonesia dengan Bapak Negara yang saya prihatinkan),1 Januari (awal tahun pembangunan dan pemerintahan yang lebih baik lagi, saya harapkan) 2013

Selamat malam, Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang saya hormati. Apa kabar, Pak? Saya harap Bapak selalu dalam keadaan yang luar biasa, walaupun tak seluar biasa kehidupan dari bangsa yang Bapak pimpin sendiri. Bagaimana kabar istri Bapak? Saya harap beliau tidak seperti kebanyakan istri-istri di negeri ini yang terpaksa beremansipasi tidak pada tempatnya demi menutupi kekurangan ekonomi. Bagaimana kabar anak-anak Bapak? Saya harap mereka tidak seperti kebanyakan calon-calon garuda di masa depan yang tak mampu bekerja karena minimnya sebuah lapangan pekerjaan. Dan bagaimana kabar cucu-cucu Bapak? Saya harap mereka tidak seperti kebanyakan anak-anak negeri ini yang menangis kepada ibunya akan arti sebuah kelaparan ketika berumur satu tahun, terpaksa berjejal di gerbong-gerbong bersama ibunya demi mengais setitik belas kasihan ketika berumur dua tahun, dan akhirnya ketika berumur tiga tahun mereka sudah mandiri untuk menyanyi lagu tanpa syair dan nada di sudut-sudut kecil negeri ini.

Perkenalkan Pak, nama saya Lisa Rahmadhani Utami. Nama saya mungkin tidak begitu akrab diingatan Bapak dibandingkan nama Angelina Sondakh, Anas Urbaningrum, Andi Malaranggeng ataupun Nazaruddin. Saya hanyalah siswi Sekolah Menengah Atas yang berada di bawah naungan Kementrian Pendidikan Nasional yang Bapak bawahi.

Bapak Presiden yang saya hormati,

Tahukah Bapak lagu Manusia Setengah Dewa karya musisi hebat Iwan Fals? Biarkan saya memberitahu Bapak, dan saya harap Bapak bisa berimajinasi bahwa saya yang menyanyikannya dengan ribuan harapan dan isakan masyarakat Indonesia yang mengiringinya.

Kamu harus dengar suara ini

Suara yang keluar dari dalam goa

Goa yang penuh lumut kebosanan

Walau hidup adalah permainan

Walau hidup adalah hiburan

Tetapi kami tak mau dipermainkan

Dan kami juga bukan hiburan

Oleh karena itu, saya alamatkan surat ini kepada Bapak yang katanya begitu ”mengakrabi malam”. Saya pun menulisnya dalam larut, sehari setelah mengenang nasib bangsa ini selama setahun yang kian hari kian abstrak.

Bapak Presiden, perlukah saya menyebutkan masalah yang dihadapi bangsa ini? Baik itu nyata ataupun abstrak? Baik itu tersirat ataupun tersurat? Baik itu diangkat atau ditimbun? Baik itu tak lekang ataupun terlekang oleh waktu?

Izinkan saya tahu Pak, untuk apa dilaksanakan pemilihan umum dari tahun 1955, 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, 1997, 1999, 2004 dan 2009, kalau akhirnya akan selalu terjadi krisis kepemimpinan di negeri ini? Izinkan saya tahu Pak, kenapa bangsa ini menggunakan sistem ekonomi kapitalis liberalis sekularis yang bertumpu pada sektor non-riil kalau akhirnya menyebabkan amburadulnya pengelolaan BBM, kemiskinan, korupsi, kolapsnya ekonomi mikro dan makro yang berujung pada kelaparan dan kirisis pangan? Izinkan saya tahu Pak, berapa banyak lapangan kerja di negeri ini jika lapangan kerja hanya diperuntukkan bagi 1.6 juta rakyat dengan setiap tahunnya meningkatkan nilai pengangguran sebanyak 1.3 juta yang akhirnya menggabungkan 9 juta rakyat Indonesia dalam persatuan manusia tak berpenghasilan? Izinkan saya tahu sekali lagi Pak, kapan kita bisa menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas jika hanya terdapat 20% tamatan SD, 22.6% untuk SMP, 40.7% untuk SMA, 4% diploma dan yang memiriskan lagi 5.7% untuk yang tamatan sarjana dari jumlah total penduduk yang menduduki posisi ke 4 untuk penduduk terbanyak di muka bumi ini ? Izinkan saya untuk semakin lebih tahu Pak, sudah berapa banyak acara kamisan yang Bapak lewatkan di depan istana negara padahal hanya untuk mengais setitik keadilan untuk perjuangan sang pejuang hak asasi manusia almarhum Munir? Apakah bapak mau membuat kematian Arief Rachman Hakim sebagai mati yang sia-sia demi menegakkan sebuah supremasi hukum yang  nyata? Kalau Bapak tidak mengizinkan saya untuk tahu, tolong Pak izinkan saya untuk mengerti, dimana puncak penyelesaian semua masalah yang dimiliki negeri ini?

Bapak Presiden yang saya hormati,

Saya tidak pernah menyalahkan Bapak atas kasus yang menimpa negeri ini. Saya hanya menyayangkan sikap Bapak sebagai pemimpin. Saya ingat Pak, waktu pemilihan presiden 2004 lalu, sosok Bapak mengingatkan saya pada manusia terpimpin sesungguhnya. Dengan memperoleh penghargaanTri Sakti Wiratama (Prestasi Tertinggi Gabungan Mental, Fisik, dan Intelek) di tahun 1973, semakin menyakinkan saya kalau Bapak bisa memperbaiki kondisi mental dan intelek bangsa ini.

Hingga akhirnya, perjalanan imajinasi saya kian hari kian pupus. Bapak memang masih terlihat sebagai seorang pemimpin, tetapi kepemimpinan itu terasa tak memiliki aura. Memandang Bapak—artinya mencoba mengerti dan menerima kepemimpinan Anda—saya seperti menatap sebuah citra dalam figura. Sebuah potret, tentu bukanlah realitas sebenarnya. Ia adalah realitas citra. Apakah citra Bapak yang saya idam-idamkan sebagai sesosok garuda petinggi martabat bangsa telah terhisap oleh gravitasi kuasa? Tidakkah Bapak bisa merasakan dan melihat sendiri bahwa sayap Bapak telah patah karena isapan sebuah kuasa? Sadarlah Pak, hingga akhirnya Bapak bukan menguasai, tapi Bapak dikuasai. Saya pikir tubuh Bapak sendiri telah berbicara. Di balik baju kebesaran presiden itu, Bapak tidak bisa mengelak kalau Bapak hanya bisa menyisakan 33%  kepercayaan dari rakyat Indonesia.

Bapak Presiden yang saya hormati,

Malam semakin larut, tetapi kian gelap dan sunyi di luar, kian benderang hati kita di dalam. Balada negeri ini pastilah akan semakin jelas jika ditatap dalam suasana seperti ini. Ketahuilah Pak, penyelesaian kasus pelik yang menimpa koruptor, juga banyak kasus lain, hanya bertumpu kepada Bapak. Sekuat apa pun KPK, saya tidak yakin lembaga ini bisa menyelesaikannya.

Ingatlah selalu bahwa Bapak sedang terus-menerus dikhianati. Jadi, mohon bangkitlah Pak. Bapak sudah mampu menguasai kelam. Itu artinya Bapak bisa menyongsong fajar saat semua makhluk sedang lelap. Dengarkan dan laksanakalah titah sang garuda.

Saya seorang pelajar, Pak Presiden. Setiap hari saya membicarakan hal-hal ideal dengan teman-teman saya. Bersama teman-teman, kami menguntai mimpi tentang Indonesia yang lebih baik di masa depan. Tapi kini, mereka semua tidak yakin akan mimpi jaya itu Pak. Jadi, bantu saya, Pak Presiden, tolong bantu saya untuk menjadikan mimpi itu bukan hanya sebuah mimpi, peluklah mimpi itu, Pak dan lepaskan dengan sebuah tindakan. Tak ada kesulitan yang abadi. Tak ada kesedihan yang kekal. Tak ada penderitaan yang tak teratasi. Marilah bangkit bersama matahari, Pak.

Maka, jawablah permintaan ini dengan sebuah tindakan: bahwa besok pagi, saat fajar tuntas memintal kelam, Anda akan menjadi presiden yang membawa perubahan, atas apa pun yang bernama kuasa. Hingga jasa Bapak akan terukir ditinta emas dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Hingga akhirnya, negara-negara yang merendahkan kita selama ini akan meminjam sajak dari Bur Suwanto “Mereka Telah Bangkit”, Indonesiaku telah bangkit.

Surat ini adalah karya Lisa Rahmadhani Utami (siswa SMANSA Batam) yang keluar sebagai juara 1 lomba Menulis Surat Terbuka Kepada Presiden Republik Indonesia pada Pasar Seni Pelajar 5 SMA Negeri 4 Batam 2013.

About paisalamri71

Kawan seniman menyebut saya (sekarang) adalah SENIMAN GAGAL. Apa lacur?. Sebelum saya memutuskan hijrah (tahun 1998) ke Batam, memang nama saya sering menghiasi baliho, spanduk dan banner di acara pementasan koreografi baik sekala nasional sampai ke Internasional. Saya sangat menyadari potensi saya waktu itu. Tapi saya harus memilih. Batam adalah satu-satunya kota yang saya pilih sebagai lahan hidup saya. Sampai sekarang saya mengajar di SMA 4 Batam. Bagaimanapun jiwa seni yang melekat dengan saya tetap memberikan warna tersendiri. Dengan profesi baru ini semoga kawan saya tidak menyebut saya guru yang gagal.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Poster PSP 5 dan Kejuaraan Volly Ke-2 SMAN 4 BATAM

%d blogger menyukai ini: