Seni

FLS2N di Mataram Usai, Sampai Jumpa di Medan 2013

(Sebuah cacatan kecil)

Penampilan dari pelajar-pelajar Mataram

Pembukaan yang luar biasa

HAJATAN tahunan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan di bidang seni cukup mendapat tempat di kalangan pelajar. Setidaknya ini dibuktikan dengan keikutsertaan duta duta seni pelajar dari 33 provinsi seluruh Indonesia. Jika pelajar Indonesia selama ini mendengar bahwasanya Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya, kisah dan cerita itu mereka dapatkan melalui guru di depan kelas, atau melihat di cover majalah, buku-buku pelajaran atau melihat cuplikan peristiwa budaya di televisi. Jawaban konkritnya ada di kegiatan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di Mataram. Melalui program ini, seolah olah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan berpesan kepada pelajar Indonesia; inilah aset besar bangsa kita, inilah harta yang tak ternilai harganya, inilah jati diri bangsa kita. Untuk itu, wahai generasi pengganti, rawatlah, lestarikanlah, dan dandanilah, sehingga ia muncul dengan kebaru baruan, yang pada akhirnya beragamnya kesenian tradisi yang hidup dan berkembang selalu dapat berbicara sesuai dengan zamannya.

Bertempat di lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada pembukaan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) mengatakan bahwa, di bidang seni dan budaya ada tiga wilayah yang harus diperhatikan dan bahkan harus dilaksanakan, seperti logika, etika dan estetika. Ketiga wilayah ini menjadi penting dan bahkan ianya menjadi perioritas untuk digarap atau diolah secara serentak. Jika logika mengandalkan dan penguatan rasionalitas, sementara etika ingin menumbuhkan kesantunan dalam berperilaku maupun berinteraksi, sedangkan wilayah estetika berperan sebagai pembungkus dengan baik sehingga hasilnya bermuara pada keindahan. Ini harus mendapat perhatian khusus tidak hanya bagi guru melainkan segenap masyarakat dan pelajar tentunya.

Kegiatan festival dan lomba seni ini merupakan ajang dan sekaligus menjadi wadah untuk melahirkan ide kreatif, munculnya gagasan-gagasan cerdas yang pada akhirnya bermuara pada lahirnya kreativitas dikalangan pelajar Indonesia. Di bawah pengarahan yang tepat dari guru dan instruktur yang piawai di bidangnya, maka segala potensi yang ada pada diri siswa bisa disalurkan melalui wadah dengan level Nasional. Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional kali ini mengusung lomba Cipta dan Baca Puisi, Solo Vokal, Seni Krya, Seni Membaca Al Quran, desain Poster, tari Kreasi Berpasangan, Drama atau Fragmen singkat.

Dari dua kali penulis mengikuti kegiatan FLS2N ini, yakni  tahun 2011 di Makasar, dan 2012 di Mataram. Satu hal yang penulis yakini, para peserta yang datang dari berbagai penjuru daerah di Indonesia menuju ke tingkat nasional akan tampil dengan wah dengan artian mereka tampil di panggung profesional.   Kenapa tidak, barangkali penyelenggaraan di daerah tingkat kota maupun di provinsi tempat mereka berjuang menuju Nasional banyak kekurangan-kekurangan misalnya sound sistem yang tidak mendukung, panggung yang tidak memadai dan lain sebagainya.  Hal ini diperparah dengan para kru panggung dadakan.

Menyedihkan. Impian mereka tampil di panggung profesional pupus. Panggung tempat perjuangan mereka di daerah asal, lagi, dan kembali mereka temui di tingkat Nasional. Misalnya lantai panggung yang tidak rata, sound yang mereka harap bisa melahirkan bunyi nan indah sehingga bisa melahirkan ekpresi sesuai tuntutan tema tidak hadir sesuai harapan. Barangkali, ini harus menjadi prioritas bagi penyelenggaraan berikutnya. Sehingga peristiwa budaya tahunan pelajar Indonesia ini bisa dihadirkan dengan profesional. Lebih jauh dengan penyelenggaraan yang baik, dimenej dengan baik, ditangani oleh orang-orang yang berkompeten di bidangnya akan memberikan kepuasan kepada peserta yang jauh-jauh datang dari berbagai penjuru daerah di Indonesia. Artinya lagi, kehadiran iven ini tidak hanya memperebutkan medali dan uang tunai yang di siapkan oleh panitia, melainkan para peserta yang datang mendapatkan ilmu bagaimana membuat dan mengelola kegiatan dengan baik. Bukankah begitu PAK MENTERI ?.

About paisalamri71

Kawan seniman menyebut saya (sekarang) adalah SENIMAN GAGAL. Apa lacur?. Sebelum saya memutuskan hijrah (tahun 1998) ke Batam, memang nama saya sering menghiasi baliho, spanduk dan banner di acara pementasan koreografi baik sekala nasional sampai ke Internasional. Saya sangat menyadari potensi saya waktu itu. Tapi saya harus memilih. Batam adalah satu-satunya kota yang saya pilih sebagai lahan hidup saya. Sampai sekarang saya mengajar di SMA 4 Batam. Bagaimanapun jiwa seni yang melekat dengan saya tetap memberikan warna tersendiri. Dengan profesi baru ini semoga kawan saya tidak menyebut saya guru yang gagal.

Diskusi

6 thoughts on “FLS2N di Mataram Usai, Sampai Jumpa di Medan 2013

  1. Panduan FLS2N 2013 ah ad nggak?

    Posted by william | Januari 7, 2013, 1:59 am
  2. Pembaca yth : melalui forum ini saya ingin menyampaikan keluhan saya terhadap pelaksanaan FLS2N yang dilaksanakan oleh DIKPORA Provinsi, saya punya anak didik yang sudah saya bina dari tingkat gugus sampai ke tingkat propinsi dengan hasil yang memuaskan akan tetapi pada saat akan berangkat ke medan saya sebagai pelatih tidak dapat ikut serta dikarenakan keterbatasan biaya dan oleh karena itu kami mencoba untuk berkomunikasi dengan bidang yang terkait namun jawaban yang kami terima memang yang diajukan sebagai oleh pusat hanya 1 orang pendamping, yang menjadi pertanyaan kami disini Apakah mampu nantinya pendamping itu untuk mengurus siswa yang begitu banyak mengikuti mata lomba sedangkan tempat lomba belum tentu sama tempatnya, dan untuk mata lomba pantomim ini siapa yang akan meriasnya dan apakah sesuai dengan yang kami inginkan disini sementara untuk bahan merias saja harus kami sendiri sebagai peserta yang menyiapkan segala sesuatunya. harapan kami kedepan agar bidang yang terkait betul betul melakukan persiapan yang semaksimal mungkin agar supaya apa yang kita harapkan ini dapat tercapai. dan kami sebagai pelatih juga dapat ikut serta menjadi pendamping anak didik kami untuk tahun tahun berikutnya, terima kasih

    Posted by sudiono | Juni 17, 2013, 3:06 am
    • pak sudiono yth…
      cerita bapak ini adalah keluhan banyak orang. dan saya meyakini dibanyak provinsi mengalami hal yang sama. pelatih hanya dibutuhkan ketika dalam sebuah proses. setelah proses itu jadi dan juara, peran kita dianggap tidak ada lagi… singkat kata, posisi kita telah digantikan oleh orang yang tidak tau.dan anehnya lagi mereka masih sempat2nya tersenyum…
      bolehtau pak… bapak dari provinsi mana?. jika bapak tidak keberatan keluhan bapak ini saya buaat dalam bentuk tulisan khusus tentang fls2n…
      salam kenal pak….

      Posted by faisalamri71 | Juni 20, 2013, 4:21 pm
  3. saya dari provinsi Nusa Tenggara Barat pak … keluhan ini bukan hanya saja yang mengalaminya tapi teman yang satu propesi dengan saya juga mengalami hal seperti apa yang saya alami ini, sampai sampai ada seorang wali murid kami yang selalu ikut serta dalam setiap kegiatan selalu mensuport kami. itulah sebabnya kami berdua bertekad terus membina murid, bahkan teman kami ini sudah 5 kali berhasil membina murid sampai di tingkat nasional namun beliau belum pernah sama sekali menjadi pendamping ke pentas NASIONAL, yang kami inginkan disini walaupun kami tidak ikut berangkat mendampingi anak didik kami paling tidak adalah reword atau semacam piagam yang diberikan pada kami sebagai tanda penghargaan untuk kami yang telah membina ini, demikian yang bisa saya sampaikan terima kasih semoga bisa menajdi masukan untuk bidang yang terkait

    Posted by sudiono | Juni 21, 2013, 5:53 am
    • Apa yg bapak alami menjadi mimpi buruk juga bagi para pendamping dan penggiat seni di sekolah yg lain. Saya yakini itu pak. Tapi pesan saya teruslah berbuat pak, semoga nanti dan saya yakini saatnya akan tiba, kita akan senyum dan lega dari kreatifitas yg kita buat…

      Posted by faisalamri71 | Agustus 30, 2015, 9:03 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Poster PSP 5 dan Kejuaraan Volly Ke-2 SMAN 4 BATAM

%d blogger menyukai ini: