Seni

Tari Lingkar Tong Tong Juara

Kaleng Cat Membawa Berkah

(Tari Lingkar Tong Tong SMA N 4 Batam Juara Tingkat Nasional)

Sumber: Batam Pos

Menara kuning itu menjulang tinggi di tengah panggung. Di bawahnya, seorang pemuda berlari berkeliling. Tak lama kemudian menara itu menghilang, berganti dengan balok-balok kuning yang disusun melingkar. Pemuda itu berguling-guling di antaranya. Tak berapa lama, benda kuning itu berubah menjadi gendang yang mengeluarkan bunyi kala dipukul. Hingga kemudian seorang gadis membawanya dan berlagak mengambil air dengan benda kuning itu. Benda itupun telah berubah fungsi menjadi sebuah ember.
Benda kuning itu seakan-akan berubah-ubah padahal sebenarnya ia sama sekali tak berubah. Wujud aslinya adalah sebuah kaleng cat besar berukuran 20 liter. Di tangan Faisal Amri, kaleng cat itu berubah menjadi properti pertunjukan seni tari yang karenanya berhasil memboyong medali emas dalam Festival & Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2012 tingkat nasional beberapa waktu lalu.
Faisal Amri adalah seorang guru kesenian SMAN 4 Batam. Demi mengikuti FLS2N, ia sengaja membuat satu karya tari khusus. Tariannya bukan lagi mengangkat lagak heroik, tapi justru sebuah fakta yang biasa dialami oleh masyarakat kepulauan: kesulitan air bersih. ”Tidak banyak yang sadar, kebutuhan air bersih bagi masyarakat kepulauan itu seringkali terabaikan. Banyak yang berpikir, karena dikelilingi air laut yang melimpah, mereka (masyarakat kepulauan) takkan bermasalah dengan air. Padahal justru sebaliknya,” katanya.
Itulah yang mendasari Faisal Amri menciptakan karya yang ia beri judul Lingkar Tong-Tong. Tari ini bercerita tentang keresahan masyarakat Pulau Panjang akan keberadaan air bersih setiap kali musim kemarau datang. Namun, mereka tak patah arang. Semua usaha dikerahkan untuk membawa air bersih ke rumah mereka. Untuk mandi juga memasak. Diseleksinyalah seluruh siswa SMAN 4 yang memiliki bakat tari. Ia butuh seorang laki-laki dan seorang perempuan sebagai penarinya karena yang akan ia tampilkan adalah tari kreasi berpasangan. “Tapi saya tidak membuat penokohan di sini. Mereka mewakili masyarakat,” ujar Faisal. Melalui gagahnya olah tubuh Danny Budi Utama Pamungkas dan gemulainya gerakan Sriwangi Wulansari, Tari Lingkar Tong-Tong berhasil melaju dari lomba FLS2N tingkat Kota hingga ke tingkat nasional. Koreografi mereka dalam setiap tingkat perlombaan berbeda-beda.
Ketika mewakili sekolah di tingkat Kota Batam, pertengahan bulan Mei lalu, koreografi Faisal Amri belum utuh. Masih banyak gerakan yang kaku. Gerakan dua anak didiknya masih belum luwes dan tidak nyaman bagi mereka. Penyempurnaan dilakukan menjelang penampilan di tingkat provinsi untuk mewakili Batam. Kostum dibuat indah, gerakan diperhalus. “Malah dapat sentilan dari dewan juri. Kamu mengangkat Suku Laut, tapi kenapa kostumnya mewah begitu?” ujarnya menirukan perkataan dewan juri kala itu. Beruntung mereka keluar menjadi juara satu di jenjang provinsi tersebut. Mereka pun berhak terbang ke Mataram untuk berlaga di hadapan para penari dari 32 provinsi lainnya.
Sempat tak percaya diri. Itulah yang dirasakan oleh Danny dan Unge’, panggilan Sriwangi pada ajang tersebut. Pasalnya, mereka akan menghadapi Bali yang terkenal dengan tariannya yang indah juga berhadapan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang bahkan mengutus para budayawan untuk melatih perwakilan kontestannya.
Di ajang nasional tersebut, dua siswa Kelas X sekolah tersebut tampil dengan nomor urut pertama. Penampilan mereka sejatinya akan menentukan standar bagi tarian-tarian lainnya. Dan itulah yang mereka lakukan saat itu. Mereka telah meletakkan standar tinggi untuk perlombaan tersebut. Decak kagum terdengar dari kerumunan penonton yang menyaksikan drama tari berdurasi 6 menit 18 detik itu.
Penilaian dewan juri yang meliputi wiraga, wirama, dan wirasa mendudukkan Danny dan Unge’ di peringkat pertama ajang tersebut bersama dengan kontestan dari Jawa Timur dan Banten. Itu yang membuat mereka dianugrahi medali emas. Tapi ada lagi yang paling wah. Sertifikat mereka bertambah dengan titel sebagai penampil terbaik. Resmi sudah mereka menduduki tempat teratas di ajang seni bergengsi antarprovinsi se-Indonesia tersebut. Medali emas ini menjadi obat penawar kekecewaan Faisal dan SMAN 4 Batam di ajang serupa tahun 2011 lalu. ***

“Sejak gagal tahun lalu, saya bertekad untuk ikut lagi di tahun mendatang dan dengan persiapan yang sematang-matangnya,” katanya. ***

About paisalamri71

Kawan seniman menyebut saya (sekarang) adalah SENIMAN GAGAL. Apa lacur?. Sebelum saya memutuskan hijrah (tahun 1998) ke Batam, memang nama saya sering menghiasi baliho, spanduk dan banner di acara pementasan koreografi baik sekala nasional sampai ke Internasional. Saya sangat menyadari potensi saya waktu itu. Tapi saya harus memilih. Batam adalah satu-satunya kota yang saya pilih sebagai lahan hidup saya. Sampai sekarang saya mengajar di SMA 4 Batam. Bagaimanapun jiwa seni yang melekat dengan saya tetap memberikan warna tersendiri. Dengan profesi baru ini semoga kawan saya tidak menyebut saya guru yang gagal.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Poster PSP 5 dan Kejuaraan Volly Ke-2 SMAN 4 BATAM

%d blogger menyukai ini: